Korelasi Aktivitas Hidup Menggereja dan Perkembangan Peradaban Manusia

Main Article Content

Xaverius Wonmut

Abstract

Penelitian dengan judul, Korelasi Aktivitas Hidup Menggereja Dan Perkembangan Peradaban Manusia mengkaji secara teoritik kaitan antara pelaksanaan kegiatan kegerejaan dan perkembangan peradaban manusia. Kegiatan kegerejaan adalah aktivitas yang berkaitan tugas-tugas pelayanan Gereja dalam bidang liturgi (liturgia), pelayanan (diakonia), kesaksian (martyria), koinonia (persekutuan), dan kerygma (pewartaan). Penelitian ini dilakukan di paroki Bunda Hati Kudus Kuper dengan fokus penelitian pada motivasi dan pemahaman para petugas Gereja tentang tugas-tugas pelayanan Gereja yang dipercayakan. Sampel penelitian terdiri atas empat orang, tiga diantaranya adalah pengurus stasi dan satu orang adalah pastor paroki. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah Gereja turut berkontribusi terhadap perkembangan peradaban manusia?


Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara dengan sejumlah pertanyaan yang telah disiapkan. Menurut Max Weber Agama adalah sumber ide dan praktik yang mentransendensikan dunia sosial dengan cara yang independen dan tidak dapat diramalkan.  Agama selain menjadi sumber perubahan dan tantangan sosial, juga sebagai sumber keteraturan sosial dan legitimasi status quo. Berdasarkan pengolahan hasil penelitian dan kajian teori disimpulkan bahwa secara implisit aktivitas kegerejaan tersebut berdampak pada pembentukan watak dan kepribadian (motivasi dan pemahaman hidup) yang mencerminkan nilai-nilai hidup Kristiani. 

Article Details

How to Cite
Wonmut, X. (2021). Korelasi Aktivitas Hidup Menggereja dan Perkembangan Peradaban Manusia. Jurnal Masalah Pastoral, 9(2), 67-75. Retrieved from http://ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/JUMPA/article/view/129
Section
Articles

References

Adeng Muchtar Ghazali, 2011, Antropologi Agama, (Bandung: Alfabeta, 2011).
Boelaars, J, Manusia Irian, Dahulu Sekarang, Masa Depan (Jakarta, PT. Gramedia, 1986)
Daeng. J. Hans, Cet.I, 2000, Manusia Kebudayaan dan Lingkungan, Tinjauan Antropologis, Yogyakarta, Pustaka Pelajar Offset.
Dhavamony Mariasusai, Cet.10, 2007, Fenomenologi Agama, Yogyakarta – Penerbit Kanisius.
Geertz Clifford, 2003, (Cet. Ke 9) Kebudayaan dan Agama, Yogyakarta, Penerbit Kanisius.
Herman Horne,1942, An Idealistic Philosophy of Education dalam, Nelson B. Henry, Philosophies of Education (Illmois: University of Chicago: 1942)
Max Weber, (Cet.II), 2002:219-240, Sosiologi Agama, Yogyakarta, IRCiSoD, Yokyakar 2002
Moleong, Lexy. J. (Cet. Ke 29), Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, Bandung, PT. Remaja Pos dakarya
Ramly Andy Muawiyah, 2004, Peta Pemikiran Karl Marx (Materialisme Dialektis, dan Materialisme Historis), Jogjakarta – Pustaka Sastra LKis.
Soerjono Soekanto, 2016, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta RajaGrafindo Persada, 2016)
Turner Victor, 1977, The Ritual Proses, Structure and Anti-Structure, Cornell Univercity-Press, Ithaca-New York.
Winangun, 1990, Masyarakat Bebas Struktur, (Yogyakarta-Kanisius, 1990)
W. Xaverius, 2005, Ritual Kematian Marind Anim di Kabupaten Merauke (Salatiga, Widya Sari Press, 2008).
Dokumen Konsili Vatikan II, 1983, “Tonggak Sejarah Pedoman Arah”, (Departemen Dokumentasi dan Penerangan MAWI, Jakarta)
Boundewijnse, Brithis Roots of The Consepts Ritual, dcoll/97https://brill.com/view/book/e89004379039/B9789004379039_s018.xml
Narwan Sastra Kelana, https://siedoo.com/berita-26027-penting-memahami-perbedaan-antara-pendidikan-dan-pengajaran/, diakses pada: 29 Oktober 2019
Rusdi,2013, Fisafat Idealisme (Implikasinya Dalam Pendidikan) https://journal.iain-samarinda.ac.id/index.php/dinamika_ilmu/article/view/70, Dinama Ilmu VOL. 13 No. 2 December 2013, P-ISSN: 1411-3031-E-ISSN:2442-9651.