PERCEPTIONS OF NON-CATHOLIC STUDENTS REGARDING THEIR PARTICIPATION IN CATHOLIC ACTIVITIES AT SMPK 3 YOS SOEDARSO IN BLITAR
DOI:
https://doi.org/10.60011/jumpa.v14i2.377Keywords:
Catholicity, Catholic School, Non-Catholic Student, Religious ToleranceAbstract
This qualitative study aims to describe the experiences, implementation, and perceptions of non-Catholic students regarding Catholicity activities at SMPK 3 Yos Soedarso Blitar. Data were collected through structured interviews and documentation with eleven informants from grades VIII and IX, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that non-Catholic students experienced positive outcomes. The adaptation process went smoothly, supported by fair treatment from teachers and harmonious relationships with peers. Catholicity activities were carried out in a structured and routine manner, involving the entire school community. Non-Catholic students’ overall perception of these activities was positive; their participation as either duty officers or attendees did not weaken their respective religious beliefs, but rather strengthened tolerance, discipline, and interfaith solidarity. These findings emphasize the importance of developing more inclusive Catholicity activities for all students regardless of religious background.
References
Beachum, F. D., & McCray, C. R. (2019). Educational leadership and social justice: Cultivating character and tolerance. Routledge.
Groome, T. H. (2019). Educating for life: A spiritual vision for Catholic and Christian education. Crossroad Publishing.
Hayon, P. (2019). Peran sekolah Katolik dalam membentuk karakter dan sikap toleransi siswa non-Katolik. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(2), 145–158.
Herlambang, A. P. (2026). Persepsi siswa non-Katolik dalam mengikuti kegiatan katolisitas di SMPK 3 Yos Soedarso Blitar (Laporan Penelitian). STKIP Widya Yuwana, Madiun.
Heryanto, A. (2022). Klasifikasi dan bentuk-bentuk kegiatan katolisitas di lingkungan sekolah Katolik. Jurnal Pastoral Sekolah, 4(2), 88–101.
Hidayah, N., & Bowo, A. (2018). Dinamika psikososial dan kemandirian belajar remaja awal di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Psikologi Perkembangan, 12(1), 34–45.
Komisi Pendidikan KWI. (2008). Pedoman pendidikan Katolik di Indonesia. Majelis Agung Waligereja Indonesia.
Komisi Pendidikan KWI. (2020). Gereja dan sekolah Katolik: Menghidupi katolisitas dalam pendidikan nasional. Kanisius.
Laksana, B., & Sidauruk, R. (2023). Pengelolaan kegiatan kerohanian kreatif bagi remaja di sekolah. Jurnal Pastoral Pendidikan, 5(1), 40–53.
Lestari, P. (2022). Budaya sekolah religius sebagai hidden curriculum dalam pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 60–73.
Lestari, P., & Budi, S. (2021). Korelasi kegiatan kerohanian dengan tingkat kedisiplinan dan kejujuran siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 112–125.
Maharani, T. P., & Wijaya, A. I. K. D. (2025). Manfaat kegiatan katolisitas bagi peserta didik SMPK 3 Yos Soedarso, Blitar. Credendum: Jurnal Pendidikan Agama, 7(1),36–45.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Muclas, M., & Hariyanto, H. (2017). Pendidikan karakter: Konsep dan model. Remaja Rosdakarya.
Mudjijo, M. (2012). Perkembangan moral dan penalaran anak usia remaja. PT Remaja Rosdakarya.
Nisa, K., Rahmadani, S., & Fitriani, A. (2023). Psikologi persepsi: Teori dan aplikasinya dalam pendidikan. Prenadamedia Group.
Nurhayati, E. (2021). Praktik toleransi dan iklim sekolah inklusif pada sekolah berbasis agama. Jurnal Toleransi Dan Kebudayaan, 10(2), 105–118.
Prastowo, A. (2022). Internalisasi nilai-nilai religius universal pada siswa non-Muslim dan non-Katolik di sekolah berbasis keagamaan. Jurnal Multikulturalisme Dan Pendidikan, 6(1), 50–64.
Rahmawati, D. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi individu dalam interaksi sosial. Penerbit Ombak.
Rosmini, S. (2020). Peran ikatan persahabatan kelompok sebaya terhadap penyesuaian diri remaja di sekolah. Jurnal Psikologi Remaja, 8(2), 89–98.
Sanjaya, R. (2018). Kebutuhan penerimaan teman sebaya dan perkembangan moral remaja awal. Jurnal Psikologi Dan Edukasi, 5(3), 201–215.
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sardjan, A. (2022). Psikologi perkembangan remaja: Perkembangan identitas diri dan peran sosial. Alfabeta.
STAKatN. (2024). Moderasi beragama di lembaga pendidikan keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak.
STKIP Widya Yuwana. (2020). Pedoman pembinaan pastoral sekolah dan katolisitas. STKIP Widya Yuwana Madiun.
Sudiarta, I. W. (2020). Penanaman nilai-nilai karakter melalui kebiasaan religius di sekolah. Jurnal Orientasi Pendidikan, 7(2), 133–142.
Surya, M., & Setiawan, I. (2021). Katolisitas sebagai jiwa dan nilai integratif dalam ekosistem pendidikan Katolik. Jurnal Ilmiah Religiositas, 15(1), 77–90.
Swarjana, I. K. (2022). Konsep dasar persepsi dan perilaku manusia. Andi Offset.
Tim Pastoral KWI. (2021). Panduan pelayanan pastoral sosial di sekolah Katolik. Komisi Pastoral KWI.
Wahyudi, A. (2023). Sekolah berlatar belakang agama sebagai "rumah bersama" multikultural. Jurnal Pendidikan Multikultural, 9(1), 12–25.
Widodo, H. (2023). Dialog antarumat beragama dan partisipasi siswa non-Katolik di sekolah Katolik. Jurnal Pendidikan Agama Dan Toleransi, 8(1), 15–29.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abel Pascal, Albert I Ketut Deni Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







