PEWARTAAN INJIL OLEH ORANG MUDA KATOLIK DI TENGAH MODERNISASI DAN SEKULARISASI: PERSPEKTIF TEOLOGI PASTORAL

Penulis

  • Nicolas Alro Witjaksono Sekolah Tinggi Pastoral-Institut Pastoral Indonesia Malang
  • Angelika Bule Tawa Sekolah Tinggi Pastoral-Institut Pastoral Indonesia Malang

DOI:

https://doi.org/10.60011/jumpa.v14i2.391

Kata Kunci:

Partisipasi orang muda katolik, Pewartaan Injil, Teologi pastoral, Fenomenologi, Modernisasi, Sekularisasi

Abstrak

Orang muda Katolik kerap diposisikan sebagai sasaran pembinaan, padahal Gereja memanggil mereka menjadi pelaku pewartaan Injil. Kajian yang ada cenderung menyoroti program dan strategi pastoral, sedangkan makna, motivasi, dan pengalaman subjektif orang muda sebagai pewarta di tengah modernisasi dan sekularisasi belum banyak digali. Penelitian ini bertujuan menggali makna, motivasi, dan pengalaman orang muda Katolik sebagai pewarta Injil serta cara teologi pastoral memaknai peran mereka. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis ini menggunakan wawancara tertulis semi-terstruktur secara daring terhadap 20 informan yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis dengan analisis tematik. Hasil penelitian memperlihatkan empat tema pokok. Pertama, pewartaan dimaknai sebagai kabar gembira tentang Kristus yang dihadirkan melalui kesaksian hidup, kehadiran, dan pelayanan, bukan semata melalui kata-kata. Kedua, motivasi bertumbuh dari pengalaman iman yang relasional (keluarga, sahabat sebaya, dan komunitas) lalu berkembang menjadi rasa memiliki dan panggilan. Ketiga, pewartaan dijalani dengan sukacita sekaligus kelelahan, rasa tidak layak, dan relasi yang melukai, yang ditopang oleh komunitas, tujuan awal, dan iman. Keempat, modernisasi dan sekularisasi hadir secara mikro berupa sikap acuh tak acuh, pluralitas keyakinan, budaya pelayanan berbasis acara, dan kelompok pertemanan yang tertutup. Teologi pastoral membaca pengalaman ini sebagai locus theologicus dan menempatkan orang muda sebagai subjek misi Gereja yang membutuhkan pendampingan yang mendengarkan, menemani, dan memberi ruang. Implikasi pastoral dirumuskan dalam dimensi teologis, pendampingan, komunal, digital-kontekstual, dan formatif.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Adrian, V. P. F. (2025). Pembinaan Iman Kaum Muda Katolik Menurut Paus Fransiskus Dalam Seruan Apostolik Evangelii Gaudium (Vol. 1).

Bauman, Z. (2000). Liquid Modernity.

Berger, P. L. (2011). The Sacred Canopy: Elements of a Sociological Theory of Religion. Open Road Media. https://books.google.co.id/books?id=WcC-AYOq6Q4C

Costa, E. M. Da, Wiran, J. M., Karundeng, A., Justin, M., & Candra, H. (2026). Peran Roh Kudus Dalam Pembinaan dan Pendampingan Iman Kaum Muda Katolik di Era Digital. 14(1), 29–43.

Darmawan, F. X. R., & Supriyadi, A. (2023). Hidup Menggereja Orang Muda Katolik Dalam Arus Modernisasi. 5(1), 79–99. https://doi.org/https://doi.org/10.34150/credendum.v2i2.912

Donobakti, Y. A., Bani, A. G., & Simanullang, G. (2025). Partisipasi Orang Muda Katolik Paroki Santa Barbara Sawah Lunto Padang Dalam Hidup Menggereja. 22(44), 21–22.

Fransiscus, P. (2019). Christus Vivit. 131.

Golan, O. (2023). Introduction : Digital Youth and Religion.

Gurusinga, R. E. G. R. D. (2025). Tinjauan Teologis dan Spiritualitas Kristiani atas Peran Kaum Muda sebagai Masa Kini Gereja menurut Christus Vivit. Jurnal Pastoral Kateketik, 2(1), 15–28. https://doi.org/10.70343/k36bhm15

Jensen, T. (2017). Religious Education : Meeting and Countering Changes , – Changing and Standing Still. 1(1), 59–83. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15826/csp.2017.1.1.004

Lelangwayan, P. D., & X, I. P. (2024). Membangkitkan Semangat Orang Muda Katolik Dalam Berkatekese. 2(2), 121–129. https://doi.org/https://doi.org/10.62200/magistra.v2i2.109

Meti, A. P., & Manurung, K. (2024). Teknologi Digital Sebagai Media Pelayanan Gereja dan Relevansinya Terhadap Partisipasi Kaum Muda Dalam Beribadah. 15(2), 88–100.

Nele, R. S. S., & Gobay, D. W. (2025). Refleksi Teologis Atas Pengalaman Iman Mahasiswa Dalam Ibadat Sabda di STPK Santo Benediktus Sorong. 9(2), 1–15.

Oliver, E. (2019). The Great Emergence : An exposition. 1–12.

Peter L. Berger. (2011). THE SACRED CANOPY (pp. 23–29).

Rannua, R., & Sari, R. N. (2023). Dinamika Tantangan Iman Generasi Muda Masa Kini dan Strategi Pastoral untuk Mendorong Pertumbuhan Kerohanian. 3(2), 121–136.

Simanguson, A., Donobakti, Y. A., & Samosir, P. H. (2024). Peranan Kaum Awam Dalam Misi Gereja di Asia Refleksi Teologis-Pastoral Menurut FABC. SINODALITAS GEREJA YANG PARTISIPATIF DAN BERPUSAT PADA KRISTUS Seminar Nasional Filsafat Teologi, 56–68.

Smith, A. N., Otto, N., Beach, R., Eaves, J., Jennings, K., Lyons, G. W., Thompson, D., McCall, T., O’Leary, T. K., & Ogbonnaya-Ogburu, I. F. (2026). Understanding Digital Religion in the Lives of Black Christian Young Adults. Proceedings of the 2026 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (CHI ’26), April 13â•fi17, 2026, Barcelona, Spain, 1(1). https://doi.org/10.1145/3772318.3790509

Suma, I. M. M., Paberu, G., Duru, A., Bambong, A. E., & Candra, Y. (2025). Pewartaan Iman Katolik Dalam Arus Sekularisasi. 02(02), 19–20.

Sumual, E. N., & Rahayu, Y. F. (2026). Transformasi Gereja Tradisional Menuju Gereja Digital Dalam Menjawab Tantangan Era Teknologi Informasi Modern. 10(2).

Tamukun, A. Y. L., Labatar, D., & Bria, Z. (2025). Peran Katakese Pastoral dalam Membangun Iman dan Karakter di Era Modern. https://doi.org/https://doi.org/10.52110/jppak

Vatikan II, K. (1990). Lumen Gentium.

Wasti, M. M., & Mulyatno, C. B. (2026). Peran Orang Muda Katolik dalam Pewartaan Injil di Era Digital: Perspektif Teologi Pastoral tentang Pengudusan Dunia Digital. 69–87.

Wengkau, I. S., Stefanus, T. A., & Dewi, E. Y. (2024). Pengaruh Teologi Ibadah Kontekstual dan Pemuridan terhadap Pertumbuhan Jemaat. 8, 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.58919/juftek.v8i1.162

Unduhan

Diterbitkan

16-10-2026

Cara Mengutip

Alro Witjaksono, N., & Tawa, A. B. (2026). PEWARTAAN INJIL OLEH ORANG MUDA KATOLIK DI TENGAH MODERNISASI DAN SEKULARISASI: PERSPEKTIF TEOLOGI PASTORAL. Jurnal Masalah Pastoral, 14(2), 15–30. https://doi.org/10.60011/jumpa.v14i2.391