Studi Pemahaman Umat Katolik Tentang Perkawinan Campur Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983 Dan Dampaknya Terhadap Dimensi Kehidupan Berkeluarga

Main Article Content

Donatus Wea

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji pemahaman perkawinan campur berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983 dan dampaknya terhadap dimensi kehidupan berkeluarga. Pengumpulan data primer melalui kuesioner kepada 51 orang pelaku kawin campur, baik beda agama maupun beda Gereja. Tiga hipotesis diuji dengan analisis matrix korelasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tiga hipotesis terbukti signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasangan kawin campur dapat memerankan dengan baik dimensi hidup berkeluarga sebagaimana diatur dan diharapkan Gereja Katolik. Temuan ini mengajarkan bahwa keberhasilan pasangan untuk mempraksiskan berbagai dimensi hidup berkeluarga, tidak semata-mata karena pasangan itu seiman (Katolik), namun juga karena dukungan komitmen, keterbukaan, saling setia, yang didasarkan pada cinta total dan tidak terbagikan sebagai suami-isteri (cinta  eksklusif). Realitas ini  membantu menjelaskan bahwa perkawinan campur, meskipun dilarang oleh hukum agama dan negara, dapat berkontribusi positif bagi anak-anak dan keluarga-keluarga lain, yaitu dapat menjadi contoh dalam hal kesetiaan, toleransi dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur perkawinan yang dijunjung tinggi oleh Gereja Katolik.

Article Details

How to Cite
Wea, D. (2020). Studi Pemahaman Umat Katolik Tentang Perkawinan Campur Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983 Dan Dampaknya Terhadap Dimensi Kehidupan Berkeluarga. Jurnal Masalah Pastoral, 8(2), 102-132. Retrieved from https://ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/JUMPA/article/view/90
Section
Articles

References

Abdulkadir, M, 1993. Hukum Perdata Indonesia, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Albar, Qolby.2015., Akomodasi Perkawinan Beda Agama Pada Lansia Di Surabaya, Jurnal social dan politik Univ. Airlangga.
Ariarajah, S. Wesley., 2008.Tak Mungkin Tanpa Sesamaku Isu-Isu Dalam Relasi Antar Iman, Jakarta: Gunung Mulia.
Ashsubli, Muhammad. 2015.Undang-Undang PerkawinanDalam Pluralitas Hukum Agama. Jurnal Cita Hukum 3(2): 289–302.
Dimyati, Mudjiono, 2009, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Duvall, E. dan Miller, B. 1985.Marriage and Family Development. New York: Harper and Crow Publisher.
Dwisaptani, Rani. dan Setiawan, Jenny Lukito, 2008. Konversi Agama dalamKehidupan Pernikahan, Jurnal Humaniora 20 (3): 327-29.
Go, Piet., 1990. “Kawin Campur Beda Agama Dan Beda Gereja”, Malang: Dioma.
Hadiwardoyo, Al. Purwa.1990.Perkawinan Menurut Islam dan Katolik. Yogyakarta: Kanisius.
Hardiwiratno, Y., 2008. Tanya Jawab Seputar Perkawinan, Yogyakarta: Kanisius.
Konferensi Waligereja Indonesia, 2011.Pedoman Pastoral Keluarga, Jakarta: Obor.
_____, 2004, Dokumen Konsili Vatikan II, Jakarta: Obor.
_____, 2006.Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici). Bogor: Grafika Mardi Yuana.
Mamahit,Laurensius,2013.HakDanKewajibanSuamiIsteri Akibat Perkawinan Campuran Ditinjau Dari Hukum Positif Indonesia. Lex Privatum 1(1): 12–25.
Matwig, Ni KetutJayadi, dkk.2007.Akibat Hukum Perceraian Dalam Perkawinan Campur (Legal Consequences Divorce In Intermarriage), Magister Kenotariatan: 1–13.
Paus Fransiskus, 2016. Seruan Appstolik Pascasinode Amoris Laetitia (Sukacita Kasih), 19 Maret 2016, Jakarta: Dokpen KWI.
Paus Yohanes Paulus II, 1981. Anjuran Apostolik Familiaris Consortio (Mengenai Keluarga Kristiani di Dunia Modern), 22 November 1981, Jakarta: Dokpen KWI
Paus Paulus VI, 1975. Himbauan Apostolik “Evangelii Nuntiandi”, 8 Desember 1975, Jakarta: Dokpen KWI.
_________, 1970.Motu Proprio “Matrimonia mixta”, tanggal 31 Maret 1970.
Prodeita, T.V. 2019.Pemahaman dan Pandangan Tentang Sakramen Perkawinan oleh Pasangan Suami-Istri Katolik, Jurnal Teologi 08.01 (2019): 85 – 106.
Raharso, A. Catur, 2006. Paham Perkawinan dalam Hukum Gereja Katolik, Malang: Dioma.
Tim Pusat Pendampingan Keluarga “Brayat Minulyo”, 2007, Kursus Persiapan Hidup
Berkeluarga, Yogyakarta: Kanisius.
Undang-Undang Republik Indonesia No.1,Tahun1974, tentangPerkawinan (UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974).
Wea, Don S. Turu, 2013. PencerahanYuridis,Problematika dan Pemecahan Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik 1983,Yogyakarta: Bajawa Press.